Penting Diketahui, Inilah Prosedur dan Biaya Balik Nama Rumah

Penting Diketahui, Inilah Prosedur dan Biaya Balik Nama Rumah

Proses membeli rumah bekas tentunya tidak sama dengan membeli rumah baru. Bila dalam membeli rumah baru maka segalanya akan diurus oleh pihak penjual atau pengembang, berbeda halnya dengan rumah second.

Anda selaku pembeli, segala tetek-bengeknya harus diurus sendiri. Termasuk juga proses pengurusan balik nama sertifikat rumah yang mana sebelumnya tercantum atas nama penjual. Dalam hal ini, maka sertifikat yang dimaksud yaitu Sertifikat Hak Milik atau SHM.

Sebelum Anda mengetahui biaya balik nama rumah maka berikut ini sebaiknya Anda mengetahui terlebih dahulu beberapa cara atau prosedur untuk melakukan balik nama rumah, yaitu
  •  Penjual dan pembeli telah menandatangani sebuah Akta Jual Beli dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).
  • Penjual juga telah melunasi pajak penghasilan (PPh), sementara itu pembeli telah melunasi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
  • Selanjutnya pembeli dan penjual telah melunasi biaya Akta Jual Beli sekaligus bea balik nama sertifikat pada PPAT yang telah ditunjuk. Untuk jasa pelayanan yang maksimal, maka penjual dan pembeli sebaiknya membayar jasa PPAT di muka.
  • Kemudian nantinya Kantor PPAT akan mengurus balik nama ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat. Balik nama tersebut disertakan dengan sertifikat asli, akta jual beli, fotokopi KTP penjual dan pembeli, bukti pelunasan PPh, dan juga bukti pelunasan BPHTB.
  • Jika sesuai jadwal dan juga prosedur maka proses balik nama ini kurang lebih 2 minggu, namun dalam praktiknya bisa antara 1 sampai 2 bulan.

Biaya – biaya yang keluar saat ingin balik nama rumah

Untuk menjalankan sebuah prosedur balik nama sertifikat rumah dan tanah, memang ada beberapa biaya yang harus Anda keluarkan. Biaya balik nama rumah dan sertifikat tanah sejatinya memang sudah diatur dalam Undang-Undang.

Biaya Pengecekan Keabsahan

Biasanya untuk melakukan sebuah cek keabsahan ada biaya yang harus Anda bayarkan sekitar Rp.25 ribu sampai Rp 100 ribuan. Disini Anda juga harus memeriksakan, apakah kavling yang dibeli sudah bersertifikat atau belum. Lakukan pengecekan bukti kepemilikan dan juga riwayat kavling pada kelurahan dan kantor kecamatan setempat.

Biaya BPHTB

Perlu Anda ketahui, bahwa penerima hak tanah wajib untuk membayar pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). BPTHB merupakan pajak yang dikenakan pada semua transaksi properti. Pajak yang dibeli dari perorangan maupun developer.

Apabila belum terjadi pelunasan BPHTB, maka untuk pendaftaran tanah pun tidak bisa dilakukan. Pendaftaran baru bisa dilakukan di kantor Pertanahan, jika sudah ada sebuah tanda bukti pelunasan BPHTB.

Wajib Membayar PPh

Biaya balik nama rumah berikutnya yaitu biaya PPh. Ketika Anda melakukan balik nama sertifikat tanah atau rumah, ada Pajak Penghasilan (PPh) yang harus Anda bayarkan. PPh ini harus dibayarkan bukan oleh pembeli, tetapi oleh pemilik tanah yang sebelumnya.

Pembiayaan di atas, jika balik nama tersebut diurus sendiri, maka tidak ada tambahan biaya lainnya. Namun, jika Anda mau menggunakan jasa Notaris maka biaya yang bisa dikeluarkan akan berbeda lagi. Disini Anda diwajibkan untuk juga melakukan pembayaran biaya jasa notaris. Biayanya yaitu sekitar 0.5 % hingga 1% atau lebih dari total transaksi yang Anda lakukan. Harga tersebut biasanya sudah termasuk dengan pembuatan Akta Jual Beli (AJB), biaya balik nama, dan juga jasa notaris.
Melihat dari pentingnya nilai asset yang telah Anda miliki ini, maka Anda tentu tidak bisa untuk meremehkan proses balik nama sertifikat tanah atau rumah ini. Apabila Anda ingin lebih jelas mengenai semua hal tentang balik nama rumah ini maka Anda bisa langsung klik link ini https://artikel.rumah123.com/

Inilah seputar prosedur dan biaya balik nama rumah yang bisa Anda ketahui. Jika Anda ingin berinvestasi pada jenis properti tanah ataupun rumah. Maka pastikan penjual juga kooperatif untuk melengkapi data-data untuk melakukan proses balik nama ini. Hal ini untuk menghindari resiko ataupun kerugian pada Anda di kemudian hari.